Dinas Sosial Laksanakan Intervensi Perangkat Daerah di Desa Bari

Oleh: Hadiantini P.G | Editor: Karmelita Dongowea Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:53 WITA


Kegiatan intervensi di Desa Bari dan Produk OVOP Desa Bari Keterangan foto: Kegiatan intervensi di Desa Bari dan Produk OVOP Desa Bari

Dinas Sosial melaksanakan kegiatan intervensi perangkat daerah tahun 2026 di Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, pada 29–31 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pendekatan One Village One Product (OVOP).

Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan Penyuluh Sosial Ahli Muda, Bapak Yeskial Misa, SE., Pengolah Data dan Informasi, Bapak Ibrahim Hamid Halim, A.Md., serta Penelaah Teknis Kebijakan, Ibu Waldetrudis Kornelia da Lopez, S.STP. Tim Dinas Sosial menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Labuan Bajo menuju Desa Bari untuk melaksanakan rangkaian kegiatan intervensi.

Kegiatan intervensi diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi lokal yang dimiliki masyarakat Desa Bari. Melalui pendekatan OVOP, masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi desa menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian desa. Hal ini sejalan dengan arah kegiatan intervensi perangkat daerah tahun 2026 yang mendorong pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bantuan yang diberikan berupa peralatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal yang dimiliki.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan dan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat mengelola potensi yang dimiliki secara lebih produktif serta mendukung keberlanjutan kegiatan pemberdayaan di tingkat desa.

Suasana kegiatan juga semakin semarak dengan adanya pagelaran seni budaya sebagai upaya pelestarian kearifan lokal. Selain itu, digelar pula bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat setempat. Bazar tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan hasil usaha dan potensi lokal yang dimiliki sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Salah satu hasil yang dikembangkan melalui kegiatan intervensi di Desa Bari adalah pemanfaatan komoditas kelapa menjadi produk olahan berupa minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO). Kedua produk tersebut menjadi bentuk pemanfaatan potensi lokal yang diarahkan untuk memberikan nilai tambah terhadap komoditas yang tersedia di desa.

Untuk mendukung pengembangan produk tersebut, masyarakat mendapatkan peralatan pengolahan kelapa yang dapat digunakan dalam proses produksi minyak goreng kelapa dan VCO. Dukungan ini diharapkan dapat memberikan sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan pengolahan kelapa secara lebih produktif dan menjadikan potensi lokal sebagai bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat.

Pengembangan minyak goreng kelapa dan VCO juga menjadi bagian dari upaya menerapkan pendekatan OVOP di Desa Bari. Melalui pengembangan produk berbasis potensi lokal, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat mengembangkan dan mempertahankannya sebagai produk unggulan desa.

Pelaksanaan intervensi ini sejalan dengan tahapan pengembangan hasil dalam juknis kegiatan, yang menekankan dukungan terhadap keberlanjutan program OVOP serta mendorong desa menghasilkan produk unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat dan ekonomi desa.

Melalui kegiatan intervensi tersebut, Dinas Sosial mendorong agar potensi kelapa di Desa Bari dapat terus dikembangkan menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Minyak goreng kelapa dan VCO diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan produk unggulan Desa Bari sekaligus membuka peluang bagi penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Tag Terkait: -