Peringati Hari Lanjut Usia Internasional 2026, Budi Agung Kupang Perkuat Layanan Lansia melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Keterangan foto: Suasana kemeriahan Hari Lanjut Usia Internasional di Panti Budi Agung Kupang, diisi dengan penyerahan dokumen kependudukan (KTP/KK) secara simbolis, senam bersama, serta pelayanan kesehatan geriatri dan edukasi gizi bagi Opa dan Oma.
Kupang, 2 Oktober 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Internasional ke- 36 yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, Seksi Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Budi Agung Kupang, menghadirkan pelayanan terpadu bagi para lanjut usia melalui kolaborasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang dan RSU Universitas Nusa Cendana (RSU Undana).
Mengusung tema “Era Harapan Hidup yang Tinggi: Merancang Ulang Sistem untuk Usia yang Lebih Panjang” (The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives), kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pemenuhan hak, kesehatan, kesejahteraan, serta pelayanan sosial yang berkelanjutan bagi lanjut usia.
Kegiatan dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur, Henderina S. Laiskodat, S.P., M.Si. , bersama jajaran dan staf Dinas Sosial Provinsi NTT, Kepala UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Fransiskus Xaverius Nong, S.Hut. , perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, serta tim dokter dan perawat dari RSU Undana.
Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah pelayanan administrasi kependudukan bagi para penerima manfaat di Panti Budi Agung Kupang. Dalam kesempatan tersebut, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) secara simbolis diserahkan kepada perwakilan 38 Opa dan Oma penerima manfaat sebagai bagian dari upaya memastikan terpenuhinya hak administrasi kependudukan bagi para lanjut usia.
Penyerahan dokumen kependudukan secara simbolis dilakukan bersama oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Henderina S. Laiskodat, S.P., M.Si. , Kepala UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Fransiskus Xaverius Nong, S.Hut. , dan Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang Cristian Eiko Chamra. Ketiganya menyerahkan KTP dan KK kepada perwakilan Opa dan Oma penerima manfaat sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam memastikan terpenuhinya hak administrasi kependudukan bagi lanjut usia.
Penyerahan dokumen kependudukan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan identitas para lansia tercatat secara administratif dan dapat mendukung akses terhadap berbagai pelayanan publik yang dibutuhkan. Kepemilikan KTP dan KK juga menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan data kependudukan yang akurat dan terintegrasi.
Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat, S.P., M.Si. , menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang serta RSU Undana yang telah mengambil bagian dalam memberikan pelayanan langsung kepada para lansia di Panti Budi Agung.
Henderina mengimbau para Opa dan Oma untuk menjaga dokumen KTP dan KK yang telah diterima serta memanfaatkannya dengan baik sebagai bagian dari pemenuhan hak administrasi kependudukan. Menurutnya, data kependudukan yang akurat dan terintegrasi menjadi salah satu dasar penting dalam mendukung akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan yang dibutuhkan.
RSU Undana Hadirkan Pelayanan Geriatri bagi Opa dan Oma
Tidak hanya pada aspek administrasi kependudukan, kolaborasi dalam peringatan Hari Lanjut Usia Internasional ini juga diwujudkan melalui pelayanan kesehatan geriatri yang diberikan oleh tim dokter dan perawat dari RSU Undana.
Pelayanan tersebut dirancang untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan lanjut usia secara lebih menyeluruh. Para Opa dan Oma diajak mengikuti senam lansia bersama, kemudian mendapatkan edukasi mengenai makanan bergizi dan pola hidup sehat bagi lanjut usia.
Kehadiran tim medis RSU Undana memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Para Opa dan Oma tidak hanya mendapatkan pendampingan sosial di lingkungan panti, tetapi juga memperoleh edukasi dan aktivitas kesehatan yang mendukung kebugaran serta kualitas hidup mereka.
Pelayanan geriatri tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pemenuhan kebutuhan lansia membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Pelayanan sosial, administrasi kependudukan dan pelayanan kesehatan perlu berjalan secara beriringan agar kebutuhan lansia dapat ditangani secara lebih komprehensif.
Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, serta RSU Undana dalam menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan para penerima manfaat.
Kepala UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, Fransiskus Xaverius Nong, S.Hut., mengatakan bahwa peringatan Hari Lanjut Usia Internasional menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, pelayanan kepada lansia perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, administrasi kependudukan, perlindungan sosial, serta dukungan terhadap kualitas hidup lansia.
Fransiskus juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan sosial bagi lanjut usia. Menurutnya, kebutuhan lansia tidak dapat dipenuhi hanya melalui satu bentuk pelayanan, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai sektor sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Sinergi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang melalui pelayanan dokumen kependudukan serta RSU Undana melalui pelayanan geriatri menjadi bagian dari upaya UPTD untuk terus memperluas dan memperkuat jejaring pelayanan bagi para lansia.
Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional Tahun 2026 di Budi Agung Kupang tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan pelayanan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan lansia. Penyerahan dokumen kependudukan, pelayanan geriatri, senam lansia, serta edukasi gizi menjadi rangkaian pelayanan yang saling melengkapi dalam mendukung kesejahteraan para penerima manfaat.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Sosial dan UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia bersama mitra pelayanan terus mendorong terwujudnya sistem pelayanan yang lebih terpadu, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan lansia.
Semangat Hari Lanjut Usia Internasional 2026 menjadi pengingat bahwa bertambahnya usia perlu diiringi dengan pelayanan yang semakin baik, baik dalam aspek sosial, administrasi kependudukan, kesehatan, maupun pemenuhan kebutuhan dasar, sehingga para Opa dan Oma dapat menjalani masa lanjut usia dengan sehat, aman, sejahtera, dan bermartabat.