Verifikasi Komitmen PKH Jadi Kunci Keberhasilan Pendidikan Anak, Ketua Tim PKH Provinsi NTT Gelar Sosialisasi di SDI Sikumana 3

Oleh: Yanti Taboy | Editor: Jusuf E Otemusu Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:34 WITA


Sosialisasi Kebijakan PKH di SDI Sikumana 3 Kota Kupang Keterangan foto: Sosialisasi Kebijakan PKH di SDI Sikumana 3 Kota Kupang

Kupang, 13 Juni 2026. Ketua Tim PKH Provinsi NTT Polikarpus Meo Teku, S.Fil, MIS.Adv terus memperkuat implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) melalui edukasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kebijakan Program Keluarga Harapan dan Pentingnya Verifikasi Komitmen yang dilaksanakan di SDI Sikumana 3, Kota Kupang.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berbagai dinamika pelaksanaan PKH di lapangan. Beragam persepsi masyarakat masih berkembang, mulai dari anggapan bahwa program belum tepat sasaran, mekanisme pendataan kurang dipahami, hingga adanya pertanyaan mengenai proses pemutakhiran data dan penetapan penerima bantuan sosial. Di sisi lain, hasil verifikasi komitmen menunjukkan masih terdapat anak-anak dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH yang belum memenuhi kewajiban kehadiran di sekolah secara optimal.

Dalam pemaparannya, Polikarpus menjelaskan berbagai aspek penting Program Keluarga Harapan, mulai dari tujuan program, persyaratan kepesertaan, mekanisme pemutakhiran data, hak dan kewajiban keluarga penerima manfaat, hingga pentingnya Graduasi Mandiri sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan keluarga.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya verifikasi komitmen, yaitu proses memastikan bahwa anggota keluarga penerima manfaat, khususnya anak-anak usia sekolah, benar-benar memenuhi kewajiban di bidang pendidikan sebagai salah satu syarat keberlanjutan kepesertaan dalam Program Keluarga Harapan.

Menurutnya, keberhasilan PKH tidak hanya ditentukan oleh penyaluran bantuan sosial, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak dalam memastikan bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan.

Kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara Kementerian Sosial, Dinas Sosial, satuan pendidikan, orang tua, serta masyarakat dalam melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat. Peran sekolah dinilai sangat strategis karena menjadi salah satu sumber utama dalam proses verifikasi kehadiran dan partisipasi pendidikan anak-anak KPM PKH.

Melalui sosialisasi tersebut, para guru memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme verifikasi komitmen, sementara orang tua diingatkan akan tanggung jawab mereka dalam memastikan anak-anak tetap bersekolah secara aktif dan memanfaatkan bantuan sosial sesuai tujuan program.

Kepala SDI Sikumana 3 menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara sekolah, Dinas Sosial dan Kementerian Sosial terus diperkuat sehingga anak-anak dari keluarga penerima manfaat memperoleh pendampingan yang optimal serta mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua RT dan RW setempat yang menyatakan komitmennya untuk ikut mengawasi pelaksanaan bantuan sosial agar semakin tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan melalui penguatan koordinasi, edukasi masyarakat, pemutakhiran data, serta pengawasan terhadap pemenuhan komitmen keluarga penerima manfaat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya perlindungan sosial yang lebih efektif sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.