Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kepala UPTD Tuna Netra dan Karya Wanita Provinsi NTT membuka kegiatan Bimbingan Sosial, Fisik, Mental, Pelatihan Keterampilan, Rehabilitasi Sosial bersama 50 Peserta Pelatihan pada T.A. 2026.

Oleh: Reski Arwah | Editor: Jusuf E Oetemusu Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:58 WITA


Keterangan foto:

Sabtu, 21 Februari 2026, Bertempat di Aula Kesos Karya Wanita Naibonat Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT (Drs. Kanisius H. M. Mau), bersama Kepala UPTD Tuna Netra dan Karya Wanita (Gresmi Lasa, S.Sos) secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Sosial, Fisik, Mental, Pelatihan Keterampilan, serta Rehabilitasi Sosial Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Sosial Provinsi NTT, para eselon 3 dan 4 Dinas Sosial, dan staf Dinas lainnya.

UPTD Tuna Netra dan Karya Wanita merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagai bagian dari perangkat daerah, UPTD ini memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan layanan rehabilitasi sosial, pembinaan, serta pemberdayaan bagi penyandang disabilitas netra dan perempuan rentan agar mampu meningkatkan kemandirian sosial dan ekonomi.

Kegiatan tahun ini diikuti oleh 50 Penerima Manfaat (PM) yang berasal dari 10 kabupaten/kota, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Sumba Timur, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Lembata, dan Nagekeo. Para PM yang telah melalui proses seleksi selanjutnya akan menjalani masa pembinaan dan pelatihan selama satu tahun penuh dengan sistem tinggal di panti (residensial).

Selama satu tahun kedepan, para PM akan mendapatkan pembinaan yang komprehensif, meliputi bimbingan sosial untuk memperkuat kemampuan berinteraksi dan beradaptasi di lingkungan masyarakat, bimbingan fisik dan mental untuk membangun kepercayaan diri serta ketahanan pribadi, hingga pelatihan keterampilan yang dirancang sesuai potensi dan kebutuhan pasar kerja. Pendekatan terpadu ini bertujuan agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan sosial untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan program.

Momentum pembukaan kegiatan ini juga dirangkaikan dengan acara pelepasan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna bakti. Suasana penuh penghargaan terasa saat jajaran Dinas Sosial Provinsi NTT memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para ASN yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Pelepasan tersebut menjadi simbol estafet pengabdian—melepas insan yang telah menuntaskan masa baktinya, sekaligus menyambut harapan baru melalui pembinaan para Penerima Manfaat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT menegaskan bahwa program rehabilitasi sosial ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Melalui pembinaan berkelanjutan dan pelatihan keterampilan yang terarah, diharapkan para PM mampu bangkit, berdaya, serta berkontribusi secara aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi di daerah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Dinas Sosial Provinsi NTT dan UPTD sebagai garda terdepan pelayanan sosial di daerah, dengan semangat empati dan keberlanjutan demi terwujudnya masyarakat NTT yang lebih sejahtera dan mandiri.